Kembali

Bagaimana Kualitas Tidur Membentuk Daya Ingat dan Konsentrasi?

Diunggah 285 Hari lalu

Tidur sering dianggap sebagai aktivitas pasif, padahal saat kita tertidur, otak justru bekerja keras membentuk kembali ingatan dan mempertajam konsentrasi.
Berbagai studi menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk secara langsung menurunkan fungsi kognitif dan berkontribusi terhadap hilangnya memori jangka pendek dan jangka panjang.

Pentingnya Tidur dalam Proses Memori

Selama tidur, terutama pada tahap deep sleep (NREM) dan REM sleep, otak mengkonsolidasikan memori. Artinya, informasi baru yang kita peroleh sepanjang hari dipindahkan dari memori jangka pendek ke jangka panjang.

Rasch dan Born (2015) dalam Physiological Reviews menegaskan bahwa tanpa tidur berkualitas, proses ini terganggu, membuat informasi yang dipelajari mudah dilupakan.

Lebih lanjut, penelitian oleh Diekelmann dan Born (2016) menunjukkan bahwa tidur meningkatkan performa belajar, kreativitas, dan kemampuan problem-solving.

Efek Kurang Tidur pada Konsentrasi

Menurut review dari Medic et al. (2017) dalam Sleep Medicine Reviews, kurang tidur memengaruhi fungsi lobus frontal — bagian otak yang bertanggung jawab untuk perencanaan, pengendalian diri, dan konsentrasi. Ini menjelaskan mengapa individu yang tidur kurang atau terganggu cenderung lebih impulsif, ceroboh, dan sulit fokus.

Sebuah studi lain oleh Krause et al. (2017) dalam Nature Reviews Neuroscience menyebutkan bahwa kurang tidur kronis bahkan menurunkan aktivitas konektivitas otak, menyebabkan perhatian mudah terganggu bahkan oleh stimulus kecil.

Tidur Berkualitas = Otak Tajam

Berbagai metode untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi lewat tidur antara lain:

  • Tidur 7–9 jam per malam

  • Menghindari kafein dan alkohol sebelum tidur

  • Melakukan teknik relaksasi seperti mindfulness atau yoga sebelum tidur

  • Mengatur waktu tidur yang konsisten

 


Referensi: